Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manusia dan Penghambaannya Kepada Tuhan

Sumber: Google
Sering kali kita mendengar kata “Berusaha, Berdoa dan Tawakkal”, ini adalah sebuah konsep penghambaan kita pada Tuhan, Sunnatullah, konsep ini ada di dalam Al Qur’an dan ajaran yang mulia. Konsep ini menerangkan kepada kita bahwa dunia dan seisinya tidaklah tercipta dengan sendirinya, dunia yang kita tinggali dengan segala aktivitas dan hiruk pikuknya tidaklah terjadi dan berjalan begitu saja secara reflek, tidak sengaja, tetapi ada sebuah kekuatan besar yang manusia tidak mampu menjangkaunya, alam semesta diatur dan dikendalikan dalam sebuah sistem yang teratur dan sudah punya polanya sendiri, sudah diatur dan ditakdirkan jauh sebelumnya, jauh sebelum kamu, aku, dunia dan semesta diciptakan.

Manusia, yang hidup di bumi, adalah bagian dari sistem tersebut. Setiap sendi kehidupan manusia, sejak dia lahir hingga wafatnya, sudah tersusun rapi, sudah ditakdirkan, sudah terpola. Karena menjadi bagian dari sebuah sistem haruslah mengikut sistem tersebut, karena kalau tidak, kacaulah sistem yang sudah ada, akan carut marut, lalu hancur.

Manusia di dalam keteraturannya menjalankan sistem ini, harus juga menjalankan subsistemnya, ini berlaku bagi mahluk yang bernyawa, selain manusia yaitu hewan, tumbuhan dan jin. Subsistem ini adalah manusia tidak diberikan apa yang dia inginkan begitu saja, dia harus berusaha mendapatkan apa yang diinginkannya, dibutuhkan, untuk mendapatkan hal itu, maka manusia diberikan kemampuan.

Manusia juga diberikan nafsu, sehingga dia akan menginginkan sesuatu selain kebutuhannya. Juga manusia di perkenalkan dengan Penciptanya melalui Nabi dan Rasul utusan Tuhan, perkenalan inilah yang menghasilkan konsep doa dan tawakkal sebagai bagian dari subsitem berusaha.

Berusaha dalam kaitannya dengan hidup, haruslah usaha yang maksimal, usaha yang keras lagi cerdas. Usaha yang setengah-setengah akan menghasilkan hasil yang setengah-setengah pula atau bahkan tidak menghasilkan sama sekali. Ini lah sunnatullah yang tidak bisa dihindarkan, hukum sebab dan akibat berlaku disini.

Berdoa berkaitan dengan usaha yang kita lakukan. Berdoa adalah komunikasi dan pengharapan kita kepada Sang Pencipta. Dalam berdoa, kita hadirkan suasana penghambaan kita kepada Pencipta, dengan merendahkan diri dan dengan penuh pengharapan, lalu kita sampaikan kepada-Nya bahwa kita telah berusaha maksimal sampai batas kemampuan kita, sehingga kita pantas memperoleh apa yang kita inginkan. Berdoa adalah kondisi dimana manusia sadar bahwa kemampuan dan usahanya itu sangat terbatas, Kondisi ini lah yang menuntun manusia kepada Penciptanya, dia membutuhkan Nya lebih dari apapun, ini adalah konsep penghambaan manusia kepada Tuhan yang paling murni.

Lalu setelah berusaha dan berdoa, maka ajaran yang mulia mengajarkan untuk bertawakkal. Semaksimal apapun usaha manusia, sekeras dan secerdas apapun dia berusaha, lalu sekhusyuk apapun dia berdoa, kalau Penciptanya tidak berkenan, maka hal itu tidak akan terjadi. Disinilah manusia belajar tentang Keikhlasan, ikhlas karena manusia tau, Tuhan tidak mungkin terus menerus mengabulkan keinginannya, ikhlas karena manusia sadar, Tuhan lebih tau dan lebih mengerti tentang yang terbaik baginya. Ini hak prerogative Tuhan untuk mengabulkan atau tidak, dan kita manusia, tidak bisa berbuat apa-apa, disinilah kita, berada di dalam sebuah sistem yang teratur.

Posting Komentar untuk "Manusia dan Penghambaannya Kepada Tuhan"