Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Transportasi Umum adalah Solusi Kemacetan Jakarta

Gambar dari Google
Beberapa bulan sudah saya tinggal di Jakarta, dan luar biasa memang, macet Jakarta tiada duanya. Sebelumnya saya tinggal di kawasan jurangmangu, sekitar bintaro, jadi tidak tiap hari merasakan macet Jakarta, hanya sesekali. Di Jakarta, waktu tempuh yang harusnya 10 menit, bisa jadi 45 menit bahkan lebih,1 jam menjadi 2 jam dst. Tidak efektif dan efisien sekali  ya, waktu yang terbuang sia-sia di jalanan.

Saya sedikit ingin membahas tentang kemacetan Jakarta, tentang penyebab kemacetan dan solusinya, versi saya dan dari beberapa sumber.

Banyaknya mobil pribadi di jalanan Jakarta, menjadi salah satu penyebab kemacetan. Masyarakat lebih memilih naik mobil pribadi, bermacet-macetan di mobil sendiri, dengan AC mobil menyala, mendengarkan music/radio adalah jauh lebih nyaman daripada berpanas-panasan dan berdesakan di transportasi umum. Selain itu, dengan jumlah penduduk dengan tingkat pendapatan menengah ke atas yang banyak di Jakarta, membuat mereka merasa gengsi harus naik transportasi umum. Selain itu, transportasi umum juga masih belum layak, baik dalam jumlah maupun fasilitas dan aturan inilah yang membuat masyarakat menjadi enggan.

Dalam pandangan saya, busway dan KRL adalah transportasi umum yang paling diminati masyarakat Jakarta, selain murah, juga nyaman dan termasuk cepat. Busway dan KRL termasuk transportasi umum yang digunakan untuk perjalanan menengah jauh, yang biasanya perlu beberapa kali menyambung angkot, dapat ditempuh 1 kali bayar dengan busway dan KRL. Penggunan setia busway maupun KRL biasanya akan bertahan desak-desakan, agar dapat menikmati transportasi murah dan cepat sampai. Bayangkan saja jika jumlah Busway dan KRL ditambah, dengan jumlah yang signifikan dan fasilitas yang memadai, saya yakin para pengendara mobil pribadi akan hijrah ke transportasi umum. Penambahan jumlah busway dan KRL di Jakarta merupakan bagian dari reviatalisasi kendaraan umum, sambil menunggu rampungnya pembangunan Mass Rapid Transportastion (MRT).

Penambahan jumlah Busway dan KRL, saya yakin tidak akan mengurangi jumlah penumpang angkot maupun Kopaja. Angkot dan Kopaja masih sangat tetap diperlukan, karena busway dan KRL tidak melayani semua trayek di Jakarta.

Perilaku Angkot, Kopaja dan sejenisnya yang tidak terpuji, menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat juga merupakan penyebab kemacetan. Sering juga angkot dan Kopaja ini menaikkan atau menurunkan penumpang di tengah2 jalan karena sopirnya malas menepi. Diperlukan adanya sosialiasi dari Polisi dan Dinas terkait agar para Sopir Transportasi umum ini dapat lebih patuh dalam berlalu lintas.

Baru-baru ini, salah satu cara Pemda DKI untu mulai mengatasi kemacetan di Jakarta adalah dengan melarang pegawai negeri sipil menggunakan mobil pribadi, kebijakan ini mulai diterapkan jum’at ini. Hal ini merupakan kebijakan yang bagus menurut saya, bahkan kalau bisa ditambah harinya, jangan cuma jum’at saja. Dan kebijakan ini patut dicontoh oleh Kementerian Lembaga dan Institusi Pemerintah lainnya yang berkedudukan di Jakarta. Namun Kebijakan ini mempunyai kekurangan, seharusnya Gubernur Jakarta menyediakan transportasi umum yang mumpuni terlebih dahulu, sebelum menerapkan kebijakan ini, sehingga kasus walikota Jaktim yang naik Ambulan karena tidak boleh pakai mobil pribadi, tidak sampai terjadi.

Selain itu, ide tentang pemindahan ibu kota juga merupakan solusi yang bisa dipertimbangkan oleh Pemerintah Pusat. Namun itu merupakan solusi jangka panjang, yang harus segera dilaksanakan yaitu bagaimana untuk segera mengatasi kemacetan di Jakarta, yaitu melalu revitaliasi Transportasi Umum.

3 komentar untuk "Transportasi Umum adalah Solusi Kemacetan Jakarta"

Unknown 5 Januari 2014 18.01 Hapus Komentar
mantap bg
Unknown 6 Januari 2014 08.16 Hapus Komentar
Armada becak mesin harus segera direalisasikan menurut saya wkkwk
Ma'arif Siregar 6 Januari 2014 16.43 Hapus Komentar
ondeh mandeh, armada becak motor, saran bagus tu haha