Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Traveler Sejati



Di dalam hidup, banyak orang yang datang dan pergi
Allah telah menjumpakan kita dengan orang-orang yang Dia telah gariskan dalam catatan takdir
Mereka pun datang silih berganti
Ada yang melintas dalam segmen singkat, namun membekas di hati.
Ada yang telah lama berjalan beiringan, tetapi tak disadari arti kehadirannya
Ada pula yang begitu jauh di mata, sedangkan penampakannya melekat di hati.
Ada yang datang pergi begitu saja seolah tak pernah ada.
Semua orang yang pernah singgah dalam hidup kita bagaikan kepingan puzzle
yang saling melengkapi dan membentuk sebuah gambaran kehidupan
Maka sudah fitrah, bila ada pertemuan pasti ada perpisahan..
Di mana ada awal, pasti akan ada akhir.
Akhir sebuah perjalanan, ia akan menjadi awal bagi perjalanan lainnya,,,
Sebuah perpisahan,  ia akan menjadi awal pertemuan dengan sesuatu yang baru…  well, That’s life must be
Ketika akhir sebuah perjalanan akan menjadi awal perjalanan yang lain, dan sebuah perpisahan akan menjadi pertemuan dengan sesuatu yang baru. And that’s more about life.

Hakikatnya, manusia adalah traveler sejati, yang selalu berpergian, berpindah dari alam ruh ke alam dunia, berpindah dari bayi menjadi dewasa, dari tidak tau menjadi tau, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dari sendiri menjadi berkeluarga, berpindah dari tidak punya menjadi kaya, berpindah dari muda menjadi tua, dan pada akhirnya berpindah dari alam dunia ke alam akhirat yang abadi. Perpindahan tersebut adalah harus, dan pasti, dan semua manusia akan mengalaminya, karena itu adalah ketentuan dari Allah kepada hamba-Nya, Sunnatullah.

Perjalanan panjang itu dimulai dari alam ruh, beranjak ke alam dunia, lalu ke alam kubur dan berakhir di alam akhirat.

Pada sesi hidupnya di dunia, sebagai traveler sejati manusia akan mendapati adanya pertemuan, pertemuan dengan manusia lainnya, pertemuan dengan Ibunya yang melahirkannya ke dunia, ayahnya yang menafkahinya, guru-gurunya yang menyampaikan ilmu kepadanya dan lain-lain yang turut serta dalam sesi perjalanan hidupnya di alam dunia. Karena manusia adalah mahluk yang pasti berpindah, setiap ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Pertemuan dan perpisahan adalah hal yang pasti dialami oleh manusia selama ia menjadi pengembara di alam dunia.

Bagaimana seorang traveler menyikapi pertemuan dan perpisahan itu? Allah Subhanawata’ala telah mengajarkan kepada manusia, bahwa hidup di dunia itu sejatinya hanya persinggahan saja, hanya sebentar saja, sebatas helaan nafas saja, sebatas tangisan sedih dan gembira saja, maka bawalah bekal yang cukup dan yang diperlukan, untuk menghadapi perjalanan panjang selanjutnya.

Telah terjadi pertemuan antara seorang traveler dari Negeri Melayu dan Tanah Tapanuli yang akan berangkat menuju Pulau Penyengat untuk berlibur, selama perjalanan, mereka akan saling berkenalan, bercakap-cakap, dan akan timbul kesan, entah itu kesan yang baik atau buruk. Jika saling memberi kesan yang baik, kelak akan ada keinginan kembali bertemu dalam suasana hangat, bersahabat dan menyenangkan. Jika keduanya saling memberikan kesan yang buruk, mereka tidak akan ada keinginan untuk kembali bertemu, bahkan mungkin akan ada penyesalan kenapa harus bertemu.
 
Traveler akan menyikapi pertemuan dan perpisahan, bergantung kesan apa yang didapat saat berpergian, apakah kesan yang baik, atau sebaliknya. Kesan yang baik akan berbekas, dikenang dan akan ada rasa rindu ingin kembali bertemu, kembali bertegur sapa. Begitu juga dalam perjalanan panjang manusia, jika di dunia, orang-orang memberi kesan baik kepadanya, tentulah ia ingin dan berharap dapat terus berpergian dengan mereka, dan dapat bertemu kembali pada tahap kehidupan selanjutnya.

Ketika terlahir di alam dunia, kita bertemu dengan dunia dan hal-hal seisinya apapun itu, apakah kita akan memberikan kesan yang baik sembari mengumpulkan bekal untuk perjalanan selanjutnya?

Dua orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka berkumpul dan berpisah dengan sebab cinta karena Allah.” (HR. Bukhari no. 660 dan Muslim no. 1031)

Posting Komentar untuk "Traveler Sejati"