Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Armada Raksasa Laksamana Muslim Cheng Ho

Perjalanan Laksamana Muslim Cheng Ho merupakan perjalanan dengan armada raksasa yang menakjubkan, namun terkalahkan oleh kisah perjalanan christofer colombus ke amerika dan vasco da gama ke india. Padahal, armada kapal colombus dan vasco da gama itu, cukup untuk ditempatkan di satu geladak kapal armadanya Laksamana Cheng Ho. Dalam National Geographic Indonesia, Frank viviano menambahkan bahwa jumlah kapal harta atau Baochuan yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho berjumlah 42 buah, dengan ukuran panjang 120 m, bagian terdalam 50 meter dengan 9 buah tiang dan geladak utama seluas 4600 m2. Kapal tersebut diawaki oleh 30.000 pelaut dan marinir, 7 orang kasim berpangkat tinggi dan ratusan pejabat Ming, 180 tabib dan sejumlah pakar perkapalan, herbalis, pandai besi, tukang jahit, koki, akuntan, pedagang dan penerjemah.

Perjalanan Laksamana Cheng Ho dari daratan Cina ke wilayah Asia Afrika berlangsung dari 1405-1433 M. Terbagi dalam tujuh tahapan perjalanan.
Pertama. 1405-1407 M, armada berangkat dari nanking dengan membawa sutera, porselin, rempah-rempah. Di Selat Malaka membasmi perompak. Mendarat di Sumatera, Sri Langka dan India.
Kedua. 1407-1409 M, armada memulangkan para duta asing dari Sumatera, India dan wilayah lain yang pernah datang ke Cina, sekaligus bertujuan menjalin hubungan niaga dengan negara-negara yang didatanginya di Samudera Hindia.
Ketiga. 1409-1411 M, armada memberikan hadiah ke kuil buddha di Sri Langka
Keempat. 1413-1415 M, armada berlayar melewati india, menuju ke hormuz, Iran.
Kelima. Armada Harta Cheng Ho untuk pertama kalinya singgah di Semenanjung Arab dan Afrika, menghadiahkan zebra, singa dan burung onta.
Keenam. 1421-1422 M, meningkatkan hubungan diplomatik dengan negara-negara yang dikunjunginya dengan menghantarkan pulang dari cina dan membawa kembali duta barunya ke cina.
Ketujuh. 1431-1433 M, perjalanan terakhir ke Swahili Afrika Timur dan Mekkah.
Ilustrasi Laksamana Cheng Ho
Kunjungan ke Sumatera dan wilayah Kepulauan Melayu lainnya, selain ke Kesultanan Samudera Pasai, Palembang, Pulau Bangka, juga ke kelapa atau Jayakarta dan Muara Jati Cirebon. Armada yang kuat itu dijadikan media meningkatkan hubungan diplomatik dan perdagangan. Tidak lupa pula membantu pengamanan wilayah laut dari perompak. Ikut serta membangun sarana kelautan, pelabuhan laut dan mercusuar di Cirebon, disertai dengan pembangunan Mesjid Sam Po Kong di Semarang. Selain itu, Cheng Ho juga singgah ke Tuban, Gresik dan Surabaya.

Di daerah-daerah itu, kunjungan Laksamana Cheng Ho berpengaruh besar terhadap dakwah Islam di Kepulauan Melayu. Tidak sebatas terhadap pertumbuhan kekuasaan politik Islam di Kepulauan Melayu, namun juga meluasnya jumlah penganut Islam di kalangan cina saat itu.

Sangat berbeda sekali dengan kehadiran colombus dan vasco da gama, yang akhirnya berdampak pada lahirnya keputusan Paus Alexander VI dalam Perjanjian Tordesilas, 1494 M, merumuskan bangsa-bangsa di luar negara gereja dinilai sebagai bangsa biadab. Negara dinilai sebagai terranullius – wilayah tak bertuan. Dari penilaian ini, terjadilah mission sacre – misi suci dengan gerakan genocide – seperti pemusnahan bangsa di meksiko dan bangsa indian di benua amerika, dengan tujuan reconquista (penaklukan kembali) dan menegakkan penjajahan. Kerajaan katolik spanyol diberikan kewenangan untuk menguasai dunia belahan barat dan kerajaan katolik portugis diwenangkan untuk menguasai dunia belahan timur. Perjanjian Tordesilas adalah sumber lahirnya Imperialisme Barat melanda negara-negara Asia Afrika.

Dari Berbagai Sumber

Posting Komentar untuk "Armada Raksasa Laksamana Muslim Cheng Ho"