Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengunjungi Meulaboh di Akhir Pekan

29 Mei 2015, Saya bersama kawan-kawan berfoto bersama di depan kantor, sebelum berangkat ke Meulaboh.
Ini adalah Gapura Selama Datang di Kab. Tanah Karo, Sumut, alias Perbatasan antara Kabupaten Aceh Tenggara dan Sumatera Utara. Tepat saat kami melintas, sedang ada razia gabungan di perbatasan ini.
Menunaikan Sholat di Musholla As-Salam di Kota Subulussalam
Pak Bukhari, Pak Badur dan Pak Adnani. Saya berada 1 mobil dengan mereka. Pak Bukhari bukan driver kantor, tapi ditugaskan untuk membawa salah satu mobil dinas, cerita lucunya adalah, jika pak bukhari yang bawa mobil, maka mobil tidak perlu dipasangi rem, dan jika mobil ada sayapnya maka kami telah mendarat di bulan (baca: sangkin kencangnya)
Kota Meulaboh di Pagi Hari, tepat di persimpangan jalan depan Rumah Sakit Tjut Nyak Dien
Makjang, penggemar batu akik juga ternyata
Cuma jadi penonton akan membuat kita bosan...
Kasian, berat kali beban hidupnya...
...karena bosan, kita memutuskan untuk kesini, ke Pelabuhan Jetti Meulaboh, dimana terdapat Stasiun Pasang Surut atau Tsunami Early Warning System (TEWS) milik Bakosurtanal.
(Ecek-eceknya) Tim sedang melakukan inspeksi mendadak di Pelabuhan Jetti Meulaboh
Pelabuhan Jetti Meulaboh
(Ecek-eceknya) Tim sedang mengira-ngira perbedaan Pelabuhan sebelum dan sesudah terjadinya Tsunami 2004
Pelabuhan Jetti Meulaboh
Pelabuhan Jetti Meulaboh
Pelabuhan Jetti Meulaboh
Pelabuhan Jetti Meulaboh
Stasiun Pasang Surut atau Tsunami Early Warning System (TEWS) milik Bakosurtanal.
Stasiun Pasang Surut atau Tsunami Early Warning System (TEWS) milik Bakosurtanal.
Pelabuhan Jetti Meulaboh
Sorenya, saya dan beberapa pegawai kembali melancong, kali ini ke Pantai Ujung Karang, Meulaboh
Pantai ini dinamakan Ujung Karang karena dasar pantai ini banyak terdapat karang-karang, baik kecil maupun besar.
Setiap sore banyak pengunjung yang menikmati jajanan disini ataupun nongkrong sambil melihat sunset yang sangat menarik, termasuk tante-tante yang satu ini
Di Pantai Ujung Karang telah didirikan gubuk-gubuk dari kayu dan beratapkan rumbia. Kita bisa memilih tempat menarik dan aman untuk duduk. Banyak terdapat penjual/ kafe, dan di setiap kafe di pantai ini menjual beragam minuman ringan, jus, kelapa muda, mie instan, mie Aceh dsb.
Meulaboh di Malam Hari
Kita hanya singgah sebentar di Tapaktuan, jalan pulang menuju kutacane, sembari mengunjungi Rumah salah satu Pegawai dan menikmati hidangan laut yang segar disini
Lokasi ini tepat berada di belakang salah satu Mesjid di Tapaktuan, langsung menghadap Samudera Hindia
GGS tahun 80-an
Dulu mereka muda dan tampan, namun semua itu telah sirna oleh gemerlapnya umur dan silaunya lemak di perut
Akhirnya kita tiba di Kutacane, di Pagi yang Senin itu, memulai aktivitas kembali, sampai takdir berkata, saatnya untuk berwirausaha

Posting Komentar untuk "Mengunjungi Meulaboh di Akhir Pekan"